Mitra Kemandirian Anak Bangsa|Saturday, October 23, 2021
You are here: Home » Artikel » MAMA EYANG RENDE SANG WALI ATHFAL

MAMA EYANG RENDE SANG WALI ATHFAL 

Wali Athfal Al-Ustadz, AI-‘Aalim, AI-Adiib, Azzaahid, AI-Mutawadli’, Al-Haliim, AI-Mujahid fi Sabilillah. KH.R. Ahmad Zakariya bin KH.R.A`RIF masih keturunan dari EYANG DALEM MAHMUD SYEKH ABDUL MANAF – BANDUNG
PERJALAN HIDUPNYA :
Beliau seorang penjual Aci dari usia remaja sampai usia 30 tahun, pada usia 30 tahun beliau terjatuh dari sepeda, kemudian marah dan berkata :” siang malam badan terasa repot terus-terusan membikin aci, sekarang terjatuh  dari sepeda …aah..dari pada repot begini lebih baik mengaji ( mencari ilmu agama saja )  …kemudian alat pembikin acinya di dibuang oleh beliau, dan pergi mendatangi MAMA EYANG PRABU  yakni Eyang MARZUKI bin Ta`zimmuddin bin Zainal A`rif  ( Eyang Agung Mahmud )  , sesampainya di tempat Mama Eyang Prabu  beliau bukan mengaji malah  dikasih kemenyan / luban dan disuruh berdzikir di depan makam Mama Eyang Ibrahim yang ada di Cipatik , setelah itu beliau pergi mengunjungi Makam Eyang Ibrahim cipatik , setelah sampai ke makam, kemudian beliau membakar itu kemenyan / luban  kemudian beliau berdzikir, ditengah-tengah berdikir beliau didatangi seekor macan kumbang , kemudian beliau dijilati dan goda oleh macan kumbangi itu, karena terus-terusan di goda, maka beliau merasa kesal,  kemudian menghadapi macan kumbang itu kemudian berkelahi dengan macan kumbang itu, akhirnya beliau kalah oleh macan kumbang itu ,kemudian macan kumbang itu  menghilang, sampai beliau tak sadarkan diri,  singkat cerita setelah beliau siuman dari tak sadarkan diri kemudian beliau pulang dari cipatik ke cigondewah dan mendatangi MAMA EYANG PRABU lagi , singkat cerita kemudian beliau di suruh mandi dari 7 mata air pancuran : karena beliau terluka bekas cakaran macan kumbang itu , setelah itu barulah beliau mandi :” diwaktu mandi terlihat a oleh beliau dari aliran air pancuran itu banyak ular, kala dan maklukh-makhluk air lainnya, dan terasa oleh beliau melilitnya ular dan berjalannya kala ke badan beliau , beliaupun menahan godaan tersebut, sampai akhirnya luka yang terasa sakit pun hilang seketika itu.
Kemudian beliau bergegas menghadapi Mama Eyang Prabu lagi, lalu Mama Eyang Prabu Menyuruh beliau pergi lagi ke Makam  Eyang  Ibrahim Cipatik lagi , dan berkata :” Kalau datang lagi macan kumbang itu , janganlah kamu lawan, biarkanlah dia , nanti juga dia akan merasa jemu dan akan pergi sendiri.
Kemudian beliaupun pergi lagi kecipatik dan melaksanakan tugas Mama Eyang Prabu, singkat cerita “di tengah-tengah berdzikirnya, beliau di goda lagi oleh macan kumbang itu,kemudian membiarkannya dijilati dicakar digigit  dan di terkam macan kumbang itu, tapi apa yang dirasakan beliau tidak terasa apa-apa , tidak seperti digigit dan cicakar waktu berkelahi,…akhirnya macan kumbang itu merasa jemu dan pergi , tak lama kemudian  terlihatlah oleh kedua mata beliau , terbelahnya makam Mama Eyang Cipatik dengan Kuasa Allah Swt.  dan keluarlah dari pekuburan itu Mama Eyang Cipatik dan berkata : Wa A`laikum Salam Wr. Wb. Kalau kamu pingin mengaji datangilah cucu saya yang masih hidup dari cihapit  yakni Muhammad Zarkasyi ( yakni Ama Eyang Cibaduyut ). Kemudian Mama Eyang Ibrahim Cipatik pun menghilang dari pandangan mata beliau.
Setelah itu lantas beliaupun pulang ke cigondewah , singkat cerita, pada hari esoknya Mama Eyang Prabu sudah ada didepan pintu  rumah beliau dan berkata :” Mari kita pergi ke cihapit untuk mendatangi Ama Cibaduyut, maka beliaupun merasa heran dan berkata dalam hati :” Kok ..Mama Eyang prabu tahu ?
Singkat cerita , kemudian beliaupun pergi dengan Mama Eyang ke cihapit, setelah beliau sampai dicihapit , lalu beliau disuruh menghapal dan bertafakkur oleh Ama cibaduyut ,tak lama kemudian beliaupun disuruh bermujahadah, yakni :
–    berkholwat
–    Melanggengkan wudhu
–    Melanggengkan puasa
–    Menyedikitkan tidur
–    Berdzikir
–    dan lain sebagainya
tata cara bermujahadah itu bisa dilihat dalam kitab Roudhotut Tholibin karangan Imam Ghozali RA.
Singkat cerita , setelah melewati 40 hari 40 malam bermujahadah kemudian beliaupun didatangi oleh Nabi Khodir balyanibnil Malkan. Dan  diludahinya mulut beliau  oleh Nabi Khodir balyanibnil Malkan.  Lalu ludah itu ditelannya oleh beliau, dan seketika itu juga beliau langsung  fasihah bisa berbahasa arab dan bias mengaji. Lantas Nabi Khodir balyanibnil Malkan berkata :”sebarkanlah ilmu aku ini olehmu…kemudian Nabi Khodir balyanibnil Malkan pun menghilang dari pandangan mata.
Singkat cerita : kemudian mama cibaduyutpun  menyuruh beliau  bermukim di cibabat untuk menyebarkan ilmu yang dimilikinya karena mama Cibaduyut  sudah tahu bahwa beliau telah didatangi Nabi Khodir balyanibnil Malkan, lantas  dicibabat beliau menyebarkan ilmu yang dimilikinya dan bergelar Ajengan Anom Cibabat
Dari cibabat banyak para ulama dan Kiyaihi yang mengaji kepada beliau, dan pada suatu hari para ulama dan kiyaihi yang mengaji kepada beliau tersebut dijegal oleh Mama Sepuh Cibabat dan berkata :”katakan pada Ajengan Anom Cibabat ,  dilarang  mengaji kepada Ajengan Kokorompong ( yakni belum menunaikan rukun islam yang kelima ) , maksud dari mama Cibabat  yakni untuk menguji  Ajengan Anom Cibabat, maka diceritakannya cerita mama eyang sepuh cibabat kepada ajengan anom cibabat, maka ajengan anom cibabat merasa senang mendengar ceritaan mama eyang sepuh cibabat karena telah mencegah belajar  kepada ajengan kokorompong yakni beliau sendiri, kemudian beliaupun berangkat ke Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah hajji. Sebelum berangkat ke makkah beliau mendatangi Mama khalifah Mahmud yakni KH.Zaenal ayahnya Mama Tahir  Mama adang  mahmud, kemudian dikasih doa oleh Mama khalifah Mahmud dan berkata :” kalau kamu merasa terdesak di negara arab , panggilah  nama saya : Hai Kang zainal…., begitu katanya.
Setelah itu kemudian ajengan anom cibabat ( mama rende ) berpamitan kepada Mama khalifah Mahmud, kemudian sepulang  ke cibabat lagi,  sesampainya di rumah beliau,  beliaupun membaca doa tersebut dan ternyata doa tersebut ada yang salah menyurut kaidah ilmu nahwu dan shorof, maka ajengan anom cibabat merobah doa tersebut ( karena merasa tahu ilmu nahwu dan shorof ).
Seminggu kemudian beliau pergi melaksanakan ibadah haji bersama 8 orang dari daerah banten salah satunya bernama harud dan elang , sesampainya di tanah arab beliau bertemu dengan perampok, semua jamaah haji yang  berangkat ke makkah al-mukarramah pada masa itu selalu dirampok hartanya dan dibunuh orangnya oleh perampok itu, begitu pula dengan ajengan anom cibabat ( mama rende ) beserta rombongannya ikut dirampok, kemudian ajengan anom cibabat mengajaknya bertarung dahulu , katanya : kalau kami kalah baru bisa diambil semua barang-barang kami…kemudian beliaupun berkelahi selama 7 hari tujuh malam melawan itu perampok, karena saking banyaknya perampok pada masa itu, beliau lupa makan,minum dan tidur dengan kekuasaan Allah Swt.  karena kelelahan berkelahi dan perampok-perampok itu lari tunggang langgang akhirnya sesudah beres berkelahi beliaupun tertidur , dan keesokan harinya beliau sudah dirantai dan tak  berdaya lagi, maka beliaupun membaca doa yang diberi oleh mama kholifah mahmud, dan ternyata doa tersebut tidak ada reaksinya karena sudah dirobah sama beliau sendiri karena merasa tahu ilmu nahwu dan shorof , sedangkan doa yang aslinya sudah terlupakan. Maka menyerahlah ajengan anom cibabat sambil perpikir untuk jalan keluarnya.
Tak lama kemudian datanglah raja perampok itu dan berkata :”mana jagoan dari tanah jawa itu ? yang bernama ahmad zakariya, maka perajurit perampok itu menunjukkan beliau yang lagi di rantai, kemudian raja perampok itu mengeluarkan pisau  zambia dari serangkanya , kemudian itu pisau dibuka dari serangkanya kemudian  mengeluarkan cahaya dari pisau Zambia itu, maka ajengan anom cibabat ( mama rende ) berkata dalam hati :”waduh celaka…kalau pisau dicabut keluar cahaya, maka orang yang dihunusnya akan mati meskipun tidak tembus oleh senjata apapun. Maka beliau berkata lagi dalam hati :”waduh saya telah berdosa kepada Allah Swt. Karena pernah berkata : kami tidak akan terbunuh sebelum membunuh, maka beliaupun spontan teringat nasihat mama khalifah mahmud   sewaktu mengasih doa kepada beliau , yakni kata-kata :”kalau kamu terdesak panggilah nama saya .
Maka sewaktu raja perampok itu mau menghunuskan pisau zambia itu kepada beliau, maka beliaupun berkata :”KANG  ZAINAL…sambil berteriak…..maka seketika itu juga raja perampok dan prajuritnya tumbang berjatuhan…dan rantai tersebut terputus seketika itu…
Singkat cerita :” maka beliaupun semakin disegani dan dihormati ,di tanah arab serta harum namanya, karena kehebatannya menaklukan  para perampok  beserta rajanya begitu juga menaklukkan raja arab pada masa itu.
sewaktu di tanah arab beliau melanjutkan misinya yakni beribadah hajji kemudian setelah menunaikan ibadah hajji beliau berguru ke Syekh Muhammad Mekkah dan bersahabat dengan Syekh Yasin Padang murid Ama Cibaduyut.
Setelah itu syekh muhammad mekkah menyuruhnya kembali ke jawa untuk meleksanakan tugas mulia dari  Allah dan Rosul-Nya , maka beliaupun kembali ke pulau jawa dan menyebarkan ilmunya di tanah jawa yakni di daerah cikalong wetan sampai beliau wafat di sana.
KAROMAHNYA :
Beliau diwaktu bermain dengan anak-anak , sama anak-anak  ( athfaal ) tersebut disuruh menyetop kereta api, maka beliau shalat  2 rakataan , setelah selesai shalat kemudian rel kereta itu di kasih sepucuk rumput, maka spontan kereta api itu berhenti tidak bisa berjalan, padahal  hanya dengan sepucuk rumput, kejadian itu disaksikan sama anak-anak pada masa itu.
Sifat beliau itu seperti sifat anak-anak ( Athfaal ) menurut kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani RA. Kalau ada ahli ilmu yang  ahli beramal tapi bersifat seperti anak-anak,  maka mereka dari golongan Wali Athfaal.
Dan Sebagian dari Karamahnya lagi  kalau ada orang yang digigit ular diwilayah jobong atau di daerah makam mama rende, kemudian berziaroh ke makam mama rende, maka akan sembuh dari gigitan ular dan ularnya akan mati.
Cerita tersebut  bersumber dari muridnya yakni Mbah H.Mansur, sewaktu beliau menjadi santri  Mama rende, ada seekor ular gibug berwarna hitam yang lagi bertapa di pohon tisu, maka para santri pada lari tidak mau mengaji karena ada ular di pohon tisu dekat jobong tersebut , konon katanya kalau ada bayangan orang yang melewati ular gibug, maka orangnya akan di kejar dan digigit oleh ular gibug tersebut.
Singkat cerita maka mama rende pun membawa pisau lipat dan mendatangi ular tersebut maka ular gibugpun menyerang  mama rende maka dikasihkan kaki beliau kepada ular tersebut agar digigit , kemudian ular tersebut menggigit kakinya dan melilit celana komprangnya kemudian ular tersebut mati seketika itu. Lantas  lidah ular itu dipotong sama pisau lipat dan dipanggang dengan kayu harupat, kemudian diselipkan diatas kupiah dudukuy kepala  beliau untuk membuktikan bahwa beliau ( mama rende ) tidak bersalah, maka pada malam harinya menyerang ribuan ular dari mulai ular satu jengkal sampai yang panjang, dari mulai ular yang kecil sampai ular yang besar dari ular yang berjalan biasa sampai ular yang berjalan terbang, Ternyata ular  yang mati itu rajanya jin.
Kemudian ular-ular itu mengajak  bermusyawah dengan mama rende, kemudian bersepakat dan berjanji  ular-ular  tersebut  kepada beliau  dan berkata ular-ular itu:”kalau kami menggigit dahulu, maka kami akan mati….kemudian  ular-ular itu pun kembali ketempatnya masing-masing.
sampai sekarang  masih ada buktinya petilasan  batasnya yaitu yang dibatasi oleh pohon hanjuang di jobong  daerah cikalong wetan dekat makam mama rende.
Sebagian dari Karamahnya lagi  :  ada santrinya yang bernama mama lurah Jajuly yang ditugasi  khusus memerangi para penjudi, para pemabuk dan pemaksiatan lainnya pada masa itu.
Mbah haji mansur menceritakan pada waktu itu di cipatik jam 12 malam , mama rende mengadakan sesajen dan membakar kemenyan didepan kurung  ayam, kemudian terdengar suara kokokan ayam dari atas langit,  dan terjatuh dari atas langit ke dalam kurung tersebut, maka diambilnya itu ayam jejangkar itu , dan bertanya mbah H.mansur kepada mama rende , kata mbah H.mansur : Ki Ajengan buat apa ayam itu ? maka beliau menjawab :” buat si jajuly , biar tidak kalah mengadu ayam.
maka ayam jejangkar  itu di serahkan ke si Jajuly  selaku santri beliau, maka setiap hari si jajuly mengadukan ayam jejangkarnya dengan ayam Bangkok para penjudi, semua ayam Bangkok para penjudi kalah sama  ayam jangkar  jajuly, maka para penjudi pun penasaran dan ingin mengetahui resepnya agar terus-terusan menang  , maka para penjudipun berkata :”Hai jajuly apa resepnya ayam jangkar kepunyaan mu bias menang terus ? maka jajuly pun berkata kepada para penjudi itu :” Kalau kamu pingin menang datanglah ke rumah saya ? maka para penjudipun berdatangan kerumahnya, dari mulai satu orang sampai banyak orang dan berkumpul di rumah jajuly.
setelah berkumpul dirumahnya jajuly pun mengajarkan ilmu Aqoid, dan berkata :”kalau ingin berjudi terus-terusan menang kalian harus dekat dengan Allah Swt.
dan harus mengetahui  ilmu Aqoid, maka para penjudi itu merasa bingung dan penasaran  apa itu  ilmu aqoid karena merasa penasaran, maka para penjudi itu mengkaji ilmu Aqoid setelah itu mengkaji ilmu fiqih, akhirnya  para penjudi itu berhenti sendiri dari judinya.
Masya Allah. …Maha Kuasa Allah Swt.

sekian dulu dari kami dari mengulas  sekilas sejarah mama Rende sang Wali Athfal.
Percayalah para wali itu tidak mati melainkan hidup di alam lain,  yakni di sisi Allah-Nya.  Para wali hidup begitu pula para Nabi , mereka saling mengunjungi dan  mempunyai keperluan seperti orang-orang  yang hidup di dunia ini.  Dan Puncak perjalanan Para wali adalah awal perjalan bagi para Nabi.
والسلام عليكم…الفاتحة…

Add a Comment